top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Diplomasi Capung Besi ala Kennedy

Helikopter menjadi salah satu media persahabatan antara Presiden Sukarno dan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy.

Oleh :
Historia
22 Apr 2017

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Sukarno bersama Presiden John F. Kennedy menaiki helikopter kepresidenan AS ke Pangkalan Angkatan Udara Andrews dari Gedung Putih, Washington DC, 25 April 1961. (JFK Library).

John F. Kennedy adalah satu-satunya presiden Amerika Serikat yang berkenan di hati Sukarno, presiden pertama RI. Secara personal, keduanya memiliki kemiripan: tampan dan flamboyan. Meski keduanya terpaut jauh dalam soal usia, namun Sukarno menaruh takzim terhadap Kennedy yang dilantik sebagai presiden termuda AS pada 1961. Kesan terhadap presiden AS ke-35 itu diakui Sukarno dalam otobiografinya Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.


Sukarno bukannya tidak beralasan memiliki sikap hormat kepada Presiden Kennedy. Ia menyebut selain memiliki kesamaan dengan dirinya, Kennedy pun dinilai tokoh proklamator itu sebagai negarawan yang selalu menjalankan pendekatan diplomasi secara manusiawi.


“Kennedy sangat hangat dan ramah. Dia membawaku ke lantai dua, ke kamar tidur pribadinya dan disanalah kami berbincang-bincang,” kenang Sukarno sewaktu mengunjungi Kennedy di Washington, bulan April 1961.


Pada hari terakhir kunjungan, Sukarno dan Kennedy berkeliling Washington dengan menaiki helikopter milik Angkatan Darat AS. Kennedy menuntun Sukarno menuju helikopter selayaknya orangtua sendiri.


“Ia menggandengku dan kami menikmati pesiar singkat diatas pesawat helikopternya,” kata Sukarno kepada Cindy Adams. “Aku merasa begitu bahagia bahwa Presiden Amerika Serikat dan Presiden Republik Indonesia terbang berkeliling bersama-sama.”


Di tengah pesiar, Kennedy menawarkan, apakah Sukarno ingin mempunyai capung besi itu. Memasuki tahun 1962, konflik Irian Barat antara Indonesia dan Belanda kian memanas. Ketika itulah, helikopter pemberian Kennedy jenis Sikorsky S-61 tiba di Indonesia.


Dalam surat-menyurat kepada Kennedy yang tersimpan dalam perpustakaan kepresidenan JFK Library, Sukarno menyampaikan terimakasih atas helikopter yang dihadiahkan kepadanya.

“(Helikopter) itu telah terbukti sangat membantu saya terutama dalam perjalanan menginspeksi daerah-daerah pedesaan,” tulis Sukarno dalam suratnya di bulan Februari 1962.


Dalam pokok surat itu, Sukarno menjelaskan posisi Indonesia tak akan mundur dalam tuntutannya terhadap wilayah Irian Barat. Kendati demikian, jalan perundingan terhadap Belanda maupun mediasi pihak ketiga masih tetap terbuka. Sisipan terakhir surat itu menyatakan bahwa Allan Pope, pilot kebangsaan AS yang membantu pemberontakan Permesta batal di eksekusi dan akan dilepaskan pemerintah Indonesia.


Pada 1965, saat Cindy Adams mewawancarainya untuk pembuatan buku otobiografi, Sukarno menyatakan, “…Kini pesawat itu masih ada padaku. Dan sampai sekarang gambar Kennedy beserta keluarganya masih ada di rumahku.”


Sejak Orde Baru berkuasa, helikopter itu pun pensiun dari tugasnya. Secara resmi, kendaraan udara itu sekarang tersimpan di Museum Transportasi Angkut Batu, Malang.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Demam Telenovela di Indonesia

Demam Telenovela di Indonesia

Bermula dari sandiwara radio di Kuba, revolusi membuka jalan alih wahana radionovela menjadi telenovela. Sinema Amerika Latin ini menyebar ke berbagai negara termasuk membanjiri layar kaca Indonesia.
Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Kisah Wanita Paling Mematikan di Italia

Produk kecantikan yang digandrungi perempuan Italia ini ternyata racun yang diramu oleh perempuan paling mematikan.
Virus Nipah yang Bikin Resah

Virus Nipah yang Bikin Resah

Kasusnya pertamakali muncul di peternakan-peternakan babi di Malaysia tiga dekade silam. Lebih dari satu juta babi sampai dimusnahkan untuk menyetop penyebarannya.
Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Pedagang dan Pejuang dari Tanah Rencong (Bagian III–Habis)

Teuku Hamid Azwar memimpin CTC yang punya gedung tertinggi di Jakarta hingga turut membangun Sarinah. Pernah dua kali menolak kursi menteri Sukarno.
Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Ilmuwan Perang Dunia II dalam Pengembangan AI

Alan Turing dikenal sebagai ilmuwan yang berperan dalam kemenangan Sekutu di Perang Dunia II. Gagasannya mengenai mesin cerdas menjadi awal pengembangan kecerdasan buatan.
bottom of page