top of page

Dutch's Ruthless Revenge

War always changes a person. In the name of revenge, many people turned into killing machines during the Indonesian war of independence.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Indonesian fighters captured by Dutch soldiers. (NIOD).

26 Jun 2023
4 menit membaca

WHILE on patrol up in the mountains in Central Java, Dutch soldiers from unit 4-6 of the Infantry Regiment encountered five men dressed in black. The commander, a major, asked Harrie Krol, a Bren soldier, for a weapon. A series of shots was then heard, and the five Indonesians fell to the ground to their death without resistance.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page