top of page

Eksotiknya Akar Sejarah Karnaval Rio

Karnaval terbesar dunia paling dinanti jutaan warga Brasil dan turis global. Bermula dari tradisi pendatang Romawi yang dilestarikan kaum kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kemeriahan Karnaval Rio yang berakar dari tradisi pendatang Romawi dan Portugis di masa lampau (Foto: riocarnaval.org)

  • 17 Feb 2020
  • 4 menit membaca

JUTAAN orang sudah bersiap menyambut pesta jalanan terbesar di dunia, Carnaval do Rio de Janeiro alias Karnaval Rio di Brasil. Ajang itu menghadirkan parade ribuan penari dan peserta karnaval berkostum flamboyan, glamor, eksotis hingga vulgar. Tahun ini karnaval itu “direcoki” kecemasan akan virus corona yang tengah mewabah di 27 negara dan menjangkiti sekira 60 ribu orang di seluruh dunia.


Karnaval Rio biasanya digelar tahunan selama sepekan, dimulai setiap hari Jumat jelang ibadah puasa prapaskah (51 hari sebelum Paskah) dalam Katolik, agama yang dianut mayoritas rakyat Brasil. Untuk tahun ini, Karnaval Rio rencananya dihelat sepanjang 21-26 Februari 2020.


“Memang wabah virus (corona) itu mengkhawatirkan karena akan ada banyak orang bepergian ke sana-sini dan juga banyak turis datang ke sini dari segenap penjuru dunia,” terang pejabat dinas kesehatan kota Rio de Janeiro Patricia Guttman, dikutip Daily Mail, Kamis (13/2/2020).


Parade blocos atau kirab usungan raksasa yang ikonik di tiap perhelatan Karnaval Rio (Foto: riocarnaval.org)
Parade blocos atau kirab usungan raksasa yang ikonik di tiap perhelatan Karnaval Rio (Foto: riocarnaval.org)

Meski hingga saat inibelum ditemukan kasus virus corona di “Negeri Samba”, setidaknya 34 dari 60 ribu orang yang terjangkit di seluruh dunia merupakan warga Brasil di luar negeri.


“Namun kami siap untuk (menggelar) karnaval,” tegas Guttman. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah kota Rio sudah menyiapkan 120 kamar karantina di berbagai rumahsakit serta melatih tenaga-tenaga medis untuk mendeteksi gejala-gejala virus corona. Tak ketinggalan, para tenaga medis yang bersiaga dalam karnaval bakal dilengkapi masker dan pakaian khusus antivirus siap pakai jika terdeteksi ada kasus virus corona.


Secuil Tradisi Romawi hingga Portugis


Hingga zaman kiwari, belum ada peneliti yang bisa memastikan detailnya sejak kapan akar Karnaval Rio berhulu. Namun beberapa bukti mengejutkan. Festival semacam itu, kata bukti-bukti tersebut, sudah ada sejak eksisnya permukiman penjelajah Romawi di beberapa wilayah di Brasil sejak tahun 19 SM.Mereka datang jauh sebelum bangsa Portugis yang dipelopori Pedro Álvares Cabral pada tahun 1500.


Maka ada kisah perayaan semacam Karnaval Rio berawal dari pesta yang acap digelar para pendatang Romawi di Rio, dalam rangka perayaan penghormatan terhadap Bacchus, dewa anggur. Kisah ini diperkuat oleh penemuan sejumlah artefak dari bangkai kapal era Romawi pada 1976 di Teluk Guanabara oleh beberapa nelayan pemburu lobster.


Sejarawan Gary Fretz menyimpulkan dalam esainya “The First Europeans to Reach the New World”, dikutip Frank Joseph dalam The Lost Colonies of Ancient America, bahwa orang Eropa pertama yang datang ke Brasil tak lain adalah bangsa Romawi, bukan bangsa Portugis di permulaan abad ke-16. Seiring dengan bermukimnyabangsa Romawi, sejumlah tradisi seperti perayaan pemujaan Dewa Bacchus, turut mereka sebarkan.


Semuabermula karena garam,komoditas paling berharga bagi manusia di zaman itu.“Bangsa Romawi punya tempat produksi garam yang besar di Ilha do Sal (pulau garam, kini Pulau Sal) di Kepulauan Cape Verde, 350 mil lepas pantai Afrika Barat. Lokasinya terletak dalam garis lurus arus gelombang panas dan angin kering dari Gurun Sahara yang sangat mudah bisa membawa kapal garam Romawi terdampar ke Teluk Guanabara,” ujar Fretz.


Ilustrasi perayaan Entrudo di masa kolonial (Foto: ipanema.com)
Ilustrasi perayaan Entrudo di masa kolonial (Foto: ipanema.com)

Setelah Romawi runtuh, tradisi itu turut terhenti. Perayaan besar semacam pesta serupa dan jadi cikal bakal Karnaval Rioadalah perayaan Entrudo yang dibawa bangsa Portugis. Perayaan itu asalnya merupakan tradisi dari Kepulauan Madeiradan Cape Verde. Beberapa sumber menyebut bahwa Entrudo sudah sering digelar di Brasil sejak abad ke-16, setelah kedatanganCabral.


Meski begitu, ungkap John J. Crocitti dan Monique Vallance pada risetnya yang disusun dalam Brazil Today: An Encyclopedia of Life in the Republic, gelaran Entrudo pertama yang tercatat arsip sejarah Portugis terjadi pada 1641. Seperti halnya Karnaval Rio saat ini, Entrudo juga digelar jelang puasa prapaskah.


“Perayaannya dihelat di jalan-jalan, di mana orang-orang menggelar perang air yang mereka saling lempar dengan ember, limões de cheiro, semacam bola lilin yang diberi pengharum, dan tak ketinggalan perang telur dan tepung,” jelas Crocitti dan Vallance.


Entrudo mulanya sekadar perayaan bagi kelas menengah bangsa Portugis dan para budak. Oleh karenanya Entrudo acap dihelat dengan parade kreasi kostum glamor para budak meniru para tuan mereka.


Seiring dihapuskannya perbudakan di Brasil pada 1888, Entrudo tak lagi hanya dinikmati kelas pekerja, warga kulit hitam, dan mulattos (blasteran Afro-Eropa). Kaum elit ikut menikmatinya.


Kolase parade cordões yang khas dalam Karnaval Rio (Foto: riodejaneiro.com/riocarnaval.org)
Kolase parade cordões yang khas dalam Karnaval Rio (Foto: riodejaneiro.com/riocarnaval.org)

Pasca-kemerdekaan Brasil pada 1822 yang mengakibatkan ditinggalkannya warisan Portugis, mereka membuat perayaan yang lebih teroganisir pengganti Entrudo.Ranchos carnavalescos, misalnya. Di awal abad ke-20,perayaan ranchos carnavalescos masih tertular pengaruh tradisi kaum Afro-Brasil era perbudakan, yakni blocos dan cordões. Pengaruh itu dipertahankan hingga kini sebagai cirikhas Karnaval Rio.


Sejarawan Brasil Ana Lucia Araujo dalam Public Memory of Slavery memaparkan, blocos adalah semacam kirab kreasi kontemporer raksasa yang diusung, dan cordões adalah parade penari yang memakai kostum-kostum glamor, flamboyan, dan vulgar. Keduanya dibawakan olehEscola de Samba atau sekolah Samba, organisasi kontes kostum yang berdiri sejak 1928.


Escola de Samba mayoritas terdiri dari warga Afro-Brasil, kegiatan mereka dimasukkan secara resmi ke perayaan karnaval oleh pemerintahan (presiden) Getúlio Vargas. Di periode yang sama, Komisi Pariwisata Brasil juga mulai mensponsori Escola de Samba jelang persiapan parade sepanjang tahun,” ungkap Araujo.


Sejak saat itu, Karnaval Rio tak hanya sekadar perayaan jelang puasa prapaskah, namun juga ajang kontes kostum dan kirab. Meski mulanyaKarnaval Rio digratiskan untuk umum,namun per 1961 ia menjadi tontonan berbayar.





Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Virus asal Wuhan yang  menjangkit ribuan warga dunia telah masuk ke Indonesia. Warga memakai masker dan gel pembersih tangan sebagai tindakan pencegahan.
Virus asal Wuhan yang menjangkit ribuan warga dunia telah masuk ke Indonesia. Warga memakai masker dan gel pembersih tangan sebagai tindakan pencegahan.
Meski digemari hingga menjadi sushi paling populer, California roll dipandang oleh penggemar sushi puritan sebagai tiruan Amerika.
Meski digemari hingga menjadi sushi paling populer, California roll dipandang oleh penggemar sushi puritan sebagai tiruan Amerika.
Majalah Historia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai majalah sejarah populer pertama.
Majalah Historia mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai majalah sejarah populer pertama.
 Ironi Hari Tepung Sedunia. Mulai dari Perang Tepung di Prancis hingga Pembantaian Tepung di Palestina.
Ironi Hari Tepung Sedunia. Mulai dari Perang Tepung di Prancis hingga Pembantaian Tepung di Palestina.
Dalam film, 40 persen tentang Soegija, 60 persen soal lainnya. Dalam buku sosok Soegija jauh lebih utuh.
Dalam film, 40 persen tentang Soegija, 60 persen soal lainnya. Dalam buku sosok Soegija jauh lebih utuh.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
transparant.png
bottom of page