top of page

Empat Kerajaan Buatan tanpa Pengakuan

Mirip Kerajaan Agung Sejagat, empat kerajaan di berbagai sudut dunia ini eksis dengan klaim historis.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Jan 2020
  • 4 menit membaca

DI tengah kisruh beragam skandal, mulai Jiwasraya, Asabri, hingga kegagalan KPK menggeledah DPP PDIP, publik tanah air digegerkan oleh kemunculan Kerajaan Agung Sejagat (KAS). Totok Santoso Hadiningrat dan istrinya, Dyan Gitarja, yang mendirikan kerajaan di Bayan, Purworejo, Jawa Tengah itu mengklaim kerajaan mereka sebagai penerus Kerajaan Majapahit dan dengan kekuasaan meliputi seluruh dunia. KAS memiliki misi untuk menciptakan kedamaian di kolong langit.


Kemunculan KAS menambah panjang daftar micronations (negara mikro) atau negara fiksi/khayalan yang berdiri di dalam sebuah negara berdaulat. Sejak abad ke-19, klaim semacam KAS sudah bertebaran di segenap pojok bumi baik yang klaim sungguhan maupun sekadar propaganda iklan. Bentuk mereka beragam, mulai dari republik hingga monarki.


Dari ratusan negara khayalan itu, sedikitnya eksis lima negara berbentuk kerajaan dan mengklaim punya dasar historis atas berdirinya kerajaan mereka. Empat di antaranya, mirip KAS yang mengaku memegang warisan janji 500 tahun pasca-runtuhnya Majapahit. Berikut empat kerajaan itu:


Principato di Seborga


Kerajaan atau lebih tepatnya Kepangeranan Seborga merupakan negara yang didirikan bekas seorang petani bunga hias Giorgio Carbone pada 1963. Monarki itu mengklaim lahan seluas 14 kilometer persegi di Liguria, kawasan di barat laut Provinsi Imperia, Italia.


Carbone yang menasbihkan diri sebagai Pangeran Giorgio I, sebagai pemimpin hingga wafatnya pada 2009. The Telegraph dalam obituari sang pangeran menyebut bahwa Carbone punya klaim historis dari dokumen di arsip Gereja Vatikan. Arsip itu menyebutkan bahwa desa yang kemudian menjadi kota Seborga berdiri di atas lahan milik para biarawan Ordo Santo Benediktus sejak diberikan Count Guidone dari Ventimiglia pada tahun 954.


Meski dianggap sudah berdaulat pada tahun 954, Seborga disebut baru memiliki bentuk pemerintahan principality (kepangeranan) sejak tahun 1079. Carbone mengklaim Principato di Seborga bukan bagian dari Italia berdasarkan Risorgimento atau perjanjian penyatuan sejumlah kerajaan maupun republik di Italia untuk melebur ke Kerajaan Italia pada 1861, lantaran Seborga tak disebutkan dalam perjanjian itu.


Pemerintah Italia tak pernah menanggapi gerakan Carbone meski kepangeranan itu punya bendera –biru dengan garis silang putih seperti panji Santo Bernardus– plus moto negara “Sub Umbra Sede” (Berdiam di bawah keteduhan). Pemerintah justru melihatnya sebagai daya tarik turisme.


Setelah Pangeran Giorgio I mangkat, pemimpinnya dipilih lewat pemilu 25 April 2010. Marcello Menegatto menang dan memperoleh gelar Pangeran Marcello I hingga Nina Menegatto menggantikannya setelah memenangkan pemilu berikutnya, November 2019. Hingga 2018, tercatat 297 orang menjadi warga kepangeranan dengan mata uang Seborga Iuigino itu. Untuk pertahanan, kepangeranan punya pasukan sukarela Corpo delle Guardie.


Principality of Sealand


Sejak 1960-an Kepangeranan Sealand disebut banyak pihak sebagai negara mikro terkecil, teraneh, dan paling dikenal luas. Kepangeranannya dideklarasikan Paddy Roy Bates, penyiar stasiun radio ilegal Radio Essex. Negaranya berdiri di atas sebuah platform bekas benteng militer Inggris, 11 kilometer lepas pantai Suffolk. Mengutip John Ryan dkk dalam Micronations: Lonely Planet, mulanya platform itu sekadar salah satu bagian menara dari HM Fort Roughs.


Benteng itu dibuat pada 1943 di masa Perang Dunia II sebagai benteng pertahanan yang ditempatkan sejumlah meriam antiudara untuk menangkal invasi udara Jerman Nazi. Pada 1956, benteng itu dinonaktifkan dengan ditenggelamkan. Namun menara dan platform tak tenggelam sepenuhnya.


Lama tak berpenghuni, platform itu didatangi Bates dan keluarganya pada 2 September 1967. Di sanalah keduanya mendeklarasikan kemerdekaan Roughs Tower dari Inggris dan mendirikan Kepangeranan Sealand. Delapan tahun berselang, barulah kepangeranan memperkenalkan konsitusi, bendera nasional, lagu kebangsaan, mata uang, dan paspornya.


Beberapakali negara itu diancam invasi pihak lain. Operator radio bajakan lain, Ronan O’Rahilly, sempat ingin merebutnya dengan kekerasan beberapa bulan setelah Bates mendirikan negara. Ancaman itu akhirnya dilerai pasukan Marinir Inggris dengan tembakan peringatan. Namun, Inggris tidak menindak mereka lantaran perairan tempat platform itu berada di perairan internasional dan belum masuk wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Inggris.


Perlahan, negara itu mulai menerima banyak warga baru yang tentu memunculkan perkara baru. Pada Agustus 1978, warga bernama Alexander Achenbach yang ingin menyulap platform itu menjadi kasino dan hotel mewah, melakukan kudeta saat sang pangeran dan keluarganya tengah ke Suffolk. Sang pangeran mampu merebutnya kembali. Sepeninggal Bates, tampuk pimpinan dilungsurkan ke putranya, Pangeran Michael, sejak 2012 hingga kini.


Crown Dependency of Forvik


Negara Mahkota (Crown Dependency) Forvik didirikan Stuart Hill pada pada 21 Juni 2008 dengan mengklaim Pulau Forewick Holm seluas 1 hektar di Selat Sound of Papa yang tak berpenghuni. Lokasinya sekitar 200 meter di selatan Pulau Papa Stour dan Semenanjung Sandness, Skotlandia.


Mengutip Steven Roger Fischer dalam Islands: From Atlantis to Zanzibar, Hill mengklaim berhak mendirikan negara dengan pemerintahan sendiri terlepas dari Inggris Raya, berdasarkan perjanjian historis Raja Denmark dan Norwegia Christian I dengan Raja Skotlandia James III pada 1459. Hill menyebut, dalam perjanjian itu Raja Christian I menggadaikan pulau itu beserta Kepulauan Shetland sebagai mahar pernikahan putrinya, Margaret, dengan James III.


Lantaran penggadaian itu tak pernah ditebus, Hill meyakini status Pulau Forewick Holm masih jadi sengketa dan dia berhak punya pemerintahan sendiri laiknya Isle of Man atau Kepulauan Channel. Sampai 2015, Hill yang mendapuk diri sebagai perdana menteri, mengklaim sudah punya 218 warga negara.


Imperatorskiy Prestol


Imperatorskiy Prestol yang berarti Takhta Kekaisaran, didirikan oleh Anton Bakov,  pebisnis dan Ketua Monarkhicheskaya Partiya atau Partai Monarki di Rusia, pada 2011. Mulanya, Bakov memproklamirkan negara monarki konstitusional Romanovska Imperiya atau Kekaisaran Romanov, yang diklaim sebagai penerus Tsarisme Romanov. Kekaisaran itu ditumbangkan Revolusi Bolsheviks pada 1917.


Menukil situs resmi negara, romanovempire.com, wilayah kekuasaannya mewarisi kawasan-kawasan yang dijelajahi AL Tsarisme Rusia di masa lalu yang tak menjadi bagian Uni Soviet, di antaranya dataran Antarktika, Inggris Raya, Amerika Utara, dan beberapa pulau di utara Jepang. Warganya tak lain adalah massa Partai Monarki Rusia. Sejak 2014 mereka mengklaim sudah punya 4.000 warga berpaspor Kekaisaran Romanov.


Bakov sendiri mendapuk diri sebagai perdana menteri. Pada 31 Maret 2014, Bakov mengangkat Pangeran Nikolai Kirillovich Romanov sebagai Tsar Nikolai III. Nikolai yang punya nama lain Pangeran Karl Emich itu masih cicit buyut Tsar Alexander II.


Dengan pengangkatan tsar itu, nama negara Romanovska Imperiya pun diubah menjadi Imperatorskiy Presto dan simbol negara berupa elang berkepala dua. Sementara, benderanya mirip bendera AL Rusia, bendera putih bermotif St. Andrew’s Cross.


Berdirinya kekaisaran itu tak pernah ditanggapi pemerintah Rusia. Presiden Vladimir Putin menolak mentah-mentah permintaan lahan di Yekaterinburg oleh Nikolai III untuk dijadikan ibukota dan didirikan istana.





Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Jejak pertama Maria Ullfah di Batavia. Membawanya masuk ke gelanggang pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.
bg-gray.jpg
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
bg-gray.jpg
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Fenomena begal yang marak akhir-akhir ini ternyata sudah terjadi sejak masa Jawa Kuno. Pelakunya ada yang diberi hukuman mati.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Jusuf Randy dijuluki “raja komputer” yang sukses membangun bisnis kursus komputer di Indonesia. Namun, dia ditangkap polisi karena kasus penipuan.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
transparant.png
bottom of page