top of page

Empat Orang Pemberi Informasi Navigasi ke Nusantara

Pedagang Belanda buta cara berlayar ke Nusantara. Mereka memakai jasa pembuat peta dan pengelana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bagian muka dari buku Itinerario: Voyage ofte Schipvaert van Jan Huygen van Linschoten.

11 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

AKHIR abad 16, tepatnya setelah tahun 1592, pasokan lada dari Asia ke Eropa yang terpusat di Lisbon, Portugis, menurun drastis dan harganya mahal. Penyebabnya armada dagang Portugis diganggu armada Inggris di wilayah selatan Atlantik.


Hal itu justru jadi peluang pedagang Belanda untuk mengambil lada langsung dari sumbernya, Nusantara. Mereka pun mengumpulkan segala informasi dunia pelayaran ke timur dengan mengontak beberapa ahli kartografi dan pelaut berpengalaman.


Petrus Plancius (1552-1622)

Kartografer ini membuat peta dunia pada 1592, berjudul Nova et exacta Terrarum Tabula geographica et hydrographica. Dia mengembangkan metode baru untuk menentukan garis bujur serta memperkenalkan proyeksi Mercator untuk peta navigasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page