top of page

Fasisme Kontra Komunisme di Final Euro

Tertatih di permulaan Euro 2020, Spanyol mengharapkan dukungan publik sebagaimana 57 tahun lalu kala meladeni raksasa komunis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Timnas Spanyol tertunduk lesu usai gagal menang kontra Swedia di partai pembuka Euro 2020 (Twitter @EURO2020)

16 Jun 2021
6 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

PUBLIK Spanyol patut kecewa. Di hadapan publik sendiri, timnas Spanyol asuhan Luis Enrique ditahan imbang 0-0 oleh Swedia dalam laga pembuka Euro 2020 Grup E yang dimainkan di Stadion La Cartuja, Sevilla, 14 Juni 2021.


Bahkan akibat membuang beberapa peluang emas, bomber Álvaro Morata mendapatkan siulan dan ejekan dari fans. Padahal, Morata salah satu pemain senior yang paling diharapkan bisa memecah kebuntuan sekaligus memimpin tim muda Spanyol mengulang sukses di Piala Eropa 1964, 2008, dan 2012.


“Akan lebih baik ketika publik bisa mengapresiasi Anda ketimbang memberi siulan. Saya ingin bertarung bersama orang-orang yang mengapresiasi kami dan membantu kami melewati masa-masa sulit. Jika kami bermain dengan cara yang sama melawan Polandia, saya yakin peluang-peluang itu akan berubah jadi gol. Saya pikir Morata paham bagaimana mengatasinya dan di laga berikutnya dia akan mencetak gol,” ujar rekan setim cum pemain debutan Pedri González kepada Marca, 15 Juni 2021.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page