top of page

Gempa Merusak Keraton Bupati dan Masjid Agung Cianjur

Gempa tahun 1879 merusak keraton bupati dan Masjid Agung Cianjur. Seorang ulama meninggal dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masjid Agung Cianjur rusak akibat gempa yang disebabkan letusan Gunung Gede pada 28 Maret 1879. (KITLV).

25 Nov 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

GEMPA tektonik M,56 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 21 November 2022. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata hingga 23 November 2022 korban meninggal dunia 271 orang, luka-luka 2.043 orang, dan mengungsi 61.908 orang.


Sementara kerugian materil sebanyak 56.320 rumah mengalami kerusakan dengan rincian: 22.241 rumah rusak berat, 11.641 rumah rusak sedang, dan 22.090 rumah rusak ringan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak antara lain 31 sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan 13 gedung perkantoran.


Sejarah mencatat, gempa yang merusak Cianjur telah terjadi sejak tahun 1834 dan 1844. Bahkan, gempa akibat letusan Gunung Gede pada 1864 menyebabkan ibu kota Keresidenan Priangan dipindahkan dari Cianjur ke Bandung. Sekitar 15 tahun kemudian, gempa kembali terjadi di Cianjur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page