top of page

Ibu Kota Pindah dari Cianjur ke Bandung

Perintah memindahkan ibu kota Priangan ke Bandung baru dilaksanakan setelah Cianjur rusak cukup parah akibat bencana alam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gedung Pakuan, rumah dinas gubernur Jawa Barat, dibangun sebagai kediaman residen Priangan setelah ibu kota Priangan dipindahkan dari Cianjur ke Bandung. (Alfan Andik Nugroho/Shutterstock).

23 Nov 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Mar

GEMPA berkekuatan magnitudo M5,6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 21 November 2022. Gempa ini mengakibatkan banyak rumah dan bangunan hancur, tanah longsor, dan menelan korban meninggal dunia 271 orang.


Sejarah mencatat, bencana alam berupa gempa dan gunung meletus kerap melanda Cianjur. Bahkan, bencana alam mengakibatkan Cianjur tak lagi menjadi ibu kota Keresidenan Priangan.


Cianjur berstatus sebagai ibu kota Priangan sejak tahun 1677 di bawah kekuasaan VOC. Bencana alam seperti gempa pada 1834 dan 1844 yang merusak Cianjur kemudian mendorong pemerintah kolonial Belanda memindahkan ibu kota Priangan dari Cianjur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page