Diperbarui: 29 Sep
KAPAL HMS Waveney merapat ke pelabuhan Surabaya pada 25 Oktober 1945, selepas matahari terbit. Brigadir Mallaby, pemimpin pasukan perintis Sekutu dari Brigade ke-49, berdiri di dek kapal bersama Kapten MacDonald. Mereka memeriksa keadaan pelabuhan secara sambil lalu.
“Kami lihat penduduk lokal berdiri gagah dengan tampang waspada. Mereka bersenjata lengkap, berkalung peluru, dan membawa tommy gun, senapan, granat, pedang, dan senjata lainnya,” kata MacDonald, dikutip Richard McMillan dalam The British Occupation of Indonesia.
Brigade ke-49 datang ke Surabaya untuk menjalankan tiga misi utama: mengevakuasi orang-orang sipil Belanda, mengevakuasi tawanan perang dan interniran Eropa, serta memulangkan orang-orang Jepang. Sadar kedatangan Brigade ke-49 memantik kewaspadaan penduduk setempat, Mallaby memerintahkan MacDonald turun dari kapal. Tanpa senjata.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















