top of page

Hutan Selamatkan Majuli dari Kepunahan

Terdorong oleh keinginan menyelamatkan tempat tinggalnya, pria India ini berhasil membuat hutan dengan kerja kerasnya selama 40 tahun.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hutan di lahan basah Pulau Majuli. (Foto karya Peter Andersen, wikipedia.org)

29 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

JADAV Payeng Molai terhenyak ketika sedang berjalan menyusuri bukit-pantai dekat rumahnya. Ular-ular tergeletak mati. Banjir besar di musim panas 1979 yang baru melanda tempat tinggalnya, Pulau Majuli, ternyata tak hanya menyapu rumah penduduk berikut para penghuninya tapi juga hewan-hewan.


Payeng, pria lokal berusia 16 tahun, termangu menangisi ular-ular itu. Sambil duduk di dekat tumpukan bangkai ular itu, otaknya terus berputar mencari tahu penyebab kematian ular-ular itu.


Pulau Majuli tempat tinggal Payeng sebenarnya telah akrab dengan banjir. Eksistensi pulau sungai terbesar di India yang terletak di Provinsi Assam itu sendiri bermula dari banjir aliran Sungai Brahmaputra di utara dan Sungai Burhiding di selatan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page