- 30 Nov 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr
TELEVISI masih menjadi salah satu media kampanye dalam pemilihan umum. Pada1950-an, televisi tidak dipandang sebagai media kampanye yang menjanjikan hingga Dwight D. Eisenhower, mantan panglima tertinggi Sekutu dalam Perang Dunia II, maju sebagai calon presiden Amerika Serikat tahun 1952.
Calon presiden yang diusung Partai Republik itu disebut sebagai kandidat presiden pertama yang memanfaatkan televisi untuk menghimpun suara melalui iklan kampanye. Langkah yang diambil Eisenhower tergolong berani dan revolusioner. Pasalnya, sebelum tahun 1952 para kandidat presiden umumnya menyebarkan pamflet dan brosur kampanye, serta tur whistle-stop atau bertemu dan berpidato di hadapan massa di berbagai wilayah AS.
Menurut Craig Allen dalam Eisenhower and the Mass Media: Peace, Prosperity, and Prime-time TV, meski memanfaatkan iklan kampanye di televisi, pria yang akrab disapa Ike itu tetap melangsungkan tur whistle-stop secara intensif. “Iklan yang disiarkan secara nasional di televisi hanya menjadi daya tarik sampingan pada musim gugur 1952, karena pada saat itu kendali kampanye Eisenhower telah berpindah dari kelompok pendukungnya ke mesin partai, yang bersikeras bahwa strategi kampanye keliling harus menjadi prioritas utama,” tulis Allen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















