top of page

Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin: Soekanto Bapak Polisi Kita

Pandangan mantan Kapolri Awaloedin Djamin kepada Kapolri pertama Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan peletak dasar Kepolisian Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

14 Jul 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Jun

MENDIANG Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin mantan Kapolri periode 1978-1982, menaruh rasa hormat yang mendalam kepada Kapolri pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Ketika menjadi kepala seksi umum kepolisian pada dekade 1950-an, Awaloedin mendampingi Soekanto sebagai juru catat. Menurutnya, Soekanto adalah peletak dasar organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang profesional dan modern.


Sebagai bentuk rasa hormat itu, Awaloedin Djamin menyusun biografi Soekanto berjudul Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo: Bapak Kepolisian Negara RI. Penulisan biografi tersebut dikerjakan bersama Ambar Wulan, sejarawan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2016. Sekira Juli 2017, jurnalis Historia, Martin Sitompul dan Aryono berkesempatan mewawancarai Awaloedin Djamin yang kala itu sudah mulai sakit-sakitan.


Meski demikian, ingatan Awaloedin masih sangat segar. Dengan bersemangat dia menuturkan pengalamannya bekerja  bersama Soekanto. Awaloedin  juga berkisah banyak hal: mulai tentang sejarah berdirinya institusi Polri, visi Soekanto membangun Polri, hingga kebiasaan unik Soekanto. Pada 31 Januari 2019, Awaloedin meninggal dunia dalam usia 91 tahun.  Berikut petikan wawancaranya:

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
transparant.png
bottom of page