Diperbarui: 8 Jul
PEMERINTAH menetapkan K.H. Abdul Chalim bersama lima tokoh sejarah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2023. Ulama asal Majalengka, Jawa Barat ini dinilai berjasa dalam perjuangan kemerdekaan. Tak hanya melalui organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Sarekat Islam, dia juga ambil bagian dalam perang mempertahankan kemerdekaan.
Abdul Chalim lahir pada 22 Juni 1898 sebagai putra tunggal dari Kedung Wangsagama, seorang kepala desa yang disegani. Dia sempat menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Cirebon, sehingga menguasai bahasa Belanda. Penguasaan bahasa Arabnya semakin baik setelah dia menimba ilmu di sejumlah pesantren di Cirebon dan sekitarnya, serta melanjutkan studi selama tiga tahun di Makkah. Di samping berguru pada sejumlah ulama, dia juga menunaikan ibadah haji.
Menurut Masyhudi Muchtar dan Mohammad Subhandalam Antologi NU: Sejarah, Istilah, Amalia, Uswah Volume 1, selama di tanah suci Makkah, Abdul Chalim berkawan baik dengan K.H. Abdul Wahab Hasbullah, yang kelak menjadi Katib Aam PBNU periode pertama. “Kedekatannya itu bukan hanya berkaitan dengan ilmu yang sedang mereka gali, tetapi juga sebab keduanya memiliki hobi yang sama yakni sama-sama pendekar silat,” tulis Muchtar dan Subhan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















