top of page

Perjalanan KH Abdul Chalim Nandur Cinta Tanah Air

Salah satu pendiri NU yang menanamkan cinta tanah air pada generasi muda dari Surabaya hingga ke Majalengka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KH Abdul Chalim Leuwimunding, salah satu pendiri NU asal Majalengka (Ilustrasi: Muhammad Yusuf/Historia)

  • 10 Nov 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jul

MENJELANG satu abad Nahdlatul Ulama (NU), salah satu pendirinya dianugerahi gelar pahlawan nasional. Ia adalah KH Abdul Chalim. Bersama lima tokoh lain, Chalim resmi menyandang gelar itu lewat Keppres No. 115/TK/2023 tanggal 6 November 2023 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.


“Sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau politik atau bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian bunyi penggalan keppres tersebut, sebagaimana dikutip laman Sekretariat Kabinet, Jumat (10/11/2023).


Penganugerahannya dihelat tepat pada peringatan Hari Pahlawan pada Jumat (10/11/2023) di Istana Negara, Jakarta. Gelarnya diberikan langsung Presiden RI Joko Widodo kepada perwakilan keluarga.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Film Gundala berbeda dengan versi komiknya. Tak ada kesan Yogyakarta, latar belakangnya sangat Jakarta.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
transparant.png
bottom of page