top of page

Sultan Baabullah, Pahlawan Nasional dari Ternate

Ayahnya gugur di tangan Portugis. Baabullah meminta keadilan. Mengusir Portugis tanpa banyak pertumpahan darah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sultan Baabullah, Pahlawan Nasional dari Ternate, Maluku Utara. (Betaria Sarulina/Historia.id).

10 Nov 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 10 Feb

SULTAN Baabullah, penguasa Kesultanan Ternate 1570–1583, memperoleh gelar Pahlawan Nasional secara resmi pada 10 November 2020. Keputusan tersebut berlandas pada perjuangannya melawan kesewenang-wenangan Portugis di Maluku. Dia menjadi tokoh Maluku Utara kedua yang menjadi Pahlawan Nasional setelah Sultan Nuku pada 1995.


Rekomendasi menjadikan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional bermula pada November 1996. Kala itu diskusi ilmiah "Ternate Sebagai Bandar Jalur Sutra" digelar oleh tim gabungan dari Dirjen Kebudayaan Kemdikbud dan Pemda Provinsi Maluku.


Para arkeolog dan sejarawan terkemuka seperti Hasan M. Ambary, Uka Tjandrasasmita, A.B. Lapian, dan R.Z. Leirissa menjadi pembicaranya. Tujuh rekomendasi keluar. Salah satunya tentang usul Sultan Baabullah agar menjadi Pahlawan Nasional. Tapi belum ada upaya untuk menindaklanjuti rekomendasi mereka. Hingga akhirnya upaya itu dimulai pada 2012.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page