top of page

Sultan Ternate Diselamatkan Jenderal Douglas MacArthur

Misi klandestin Sekutu di bawah Jenderal Douglas MacArthur menyelamatkan sultan Ternate di bawah pendudukan Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sultan Ternate Iskandar Mohammad Djabir Sjah saat berpidato di hadapan pasukan Australia pada 9 November 1945 di Ternate. (Australian War Memorial).

8 Apr 2021
6 menit membaca

Diperbarui: 26 Jan

PANGKALAN Morotai kala senja 8 April 1945 diwarnai cuaca bersahabat dan kesibukan 33 kombatan gabungan di bawah Unit Khusus Z Angkatan Laut Amerika Serikat yang memuat dua motor torpedo (MBT) 364 dan 178. Tepat pukul 17.30, keduanya bertolak menuju Pulau Hiri di utara Kepulauan Ternate.


Butuh waktu sekira lima jam bagi kedua MBT itu mengarungi Laut Maluku guna mencapai Desa Saki di pesisir Pulau Hiri, 20 kilometer utara Kota Ternate yang masih jadi basis militer Jepang. Setibanya di Saki pada pukul 22.45, mereka langsung disambut seorang warga setempat yang merangkap jadi agen penghubung misi mereka.


Kapten Kroll yang memimpin Unit Khusus Z segera menuliskan pesan dalam secarik kertas yang diberikan kepada si penghubung untuk dikirimkan ke Sultan Ternate Iskandar Mohammad Djabir Sjah yang jadi tujuan utama misi mereka. Sementara si penghubung berlayar lagi bersama sejumlah loyalis sultan ke utara Ternate, Kapten Kroll bersama Mayor George Bosworth, dan Letnan Richard Hardwick membawa tiga prajurit komando untuk menelusuri wilayah di pesisir timur dan selatan Pulau Hiri guna memastikan posisi mereka tak diendus serdadu atau mata-mata Jepang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page