Diperbarui: 27 Okt
BELANDA melancarkan agresi militer pertama pada 21 Juli 1947 ketika umat Islam sedang puasa Ramadan 1366 Hijriyah. Setahun kemudian, pada 21 Juli 1948, tepat pada hari ulang tahun agresi militer Belanda yang juga pada bulan Ramadan 1367 Hijriyah, terjadi peristiwa menggemparkan, yaitu pelemparan granat di dekat bioskop Rex di Senen, Jakarta.
Kira-kira pukul 22.00 WIB seseorang berjalan di Kramatplein, diikuti oleh dua orang di belakangnya. Atas petunjuk kedua orang itu, dia melemparkan granat ke arah kedai kopi yang terletak di persimpangan jalan. Granat mengenai meja, jatuh lalu meledak.
Di antara orang yang sedang minum-minum di sana, lima orang serdadu KL (Koninklijk Leger atau Tentara Kerajaan Belanda) dan lima orang preman terkena pecahan granat dan menderita luka-luka. Dua serdadu yang luka berat dibawa ke rumah sakit, yang lainnya bisa langsung pulang ke tangsi. Di antara preman itu, seorang Indonesia dan seorang Tionghoa juga luka parah, yang lainnya, seorang Indonesia, seorang Tionghoa, dan seorang Belanda luka ringan.n.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















