top of page

Bulan Puasa di Bawah Agresi Militer Belanda

Untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda melancarkan agresi militernya yang pertama ketika orang Indonesia berpuasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sebuah pelabuhan di Jawa Timur terbakar pada agresi militer Belanda pertama, Juli 1947. (KITLV).

18 Jun 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Feb

BELANDA melancarkan serangan kepada Republik Indonesia pada 21 Juli 1947. Agresi militer Belanda pertama ini berkode actie product (operasi produk). Belanda menyerang pada awal puasa Ramadan 1366 Hijriyah kemungkinan karena orang Indonesia yang mayoritas muslim sedang berpuasa sehingga dalam keadaan lemah.


Sebenarnya, sejak akhir Juni 1947 telah diperkirakan Belanda akan melancarkan serangan dalam waktu dekat. Sehingga, di hari pertama puasa pada 19 Juli 1947, para ulama Aceh dalam rapat umum di pekarangan Mesjid Raya Baiturrahman menyerukan “puasa tidak menghalangi seseorang untuk berjuang. Karena itu sambil berpuasa berjuanglah, dan sambil berjuang berpuasalah.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page