top of page

Wali Kota Padang Berpulang di Bulan Ramadan

Wali kota Padang kedua dihabisi tentara Belanda dengan keji. Mengawali agresi militer Belanda pertama di bulan puasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 13 Apr 2021
  • 3 menit membaca

Hari itu, Minggu, 19 Juli 1947, memasuki awal puasa Ramadan. Wali Kota Padang Bagindo Aziz Chan dan istri, Zaura Usman, dalam perjalanan menuju Padang Panjang. Sekitar pukul enam sore, mereka disetop tentara Belanda di jembatan Ulak Karang.


Komandan tentara Belanda, Letnan Kolonel J.C.C. van Erp memberi tahu Aziz Chan bahwa ada lagi aksi ekstremis, sebutan pihak Belanda kepada pejuang Indonesia, yang melakukan kekacauan di wilayah Belanda. Dia mengajak Aziz Chan untuk melihat tempat kejadian. Aziz Chan lalu naik mobil tentara Belanda itu menuju ke Lapai, Padang Luar Kota. Itulah hari terakhir bagi Aziz Chan.


Tentara Belanda kemudian memberi tahu istrinya bahwa Aziz Chan ditembak ekstremis di Lapai. “Ketika Zaura Usman menjenguk suaminya di RST (Rumah Sakit Tentara) Ganting, ternyata dia sudah meninggal dengan kepalanya rusak,” kata Joeir Moehamad dalam Memoar Seorang Sosialis.



Bagindo Aziz Chan lahir di Padang pada 30 September 1910 dari orang tua Bagindo Montok dan Djamilah. Dia menempuh pendidikan sekolah dasar (Hollandsch Inlandsche School) di Padang. Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Jawa: sekolah menengah pertama (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya, sekolah menengah umum (Algemene Middelbare School) di Batavia, dan Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshoogeschool) di Batavia.


Aziz Chan terjun ke pegerakan kemerdekaan dengan bergabung dalam organisasi Jong Islamieten Bond. Setelah kembali ke kampung halamannya, dia mengajar di Modern Islamic Kweekschool. Dia sempat aktif di Persatuan Muslim Indonesia (Permi) sampai dibubarkan pada 1937.


“Saya mengenal dan bekerja sama dengan Aziz Chan sejak zaman Jepang, karena kami sama-sama bekerja di kantor Gunseikan (pemerintah militer Jepang),” kata Joeir.


Setelah Indonesia merdeka, Aziz Chan memimpin PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) dan menjadi anggota KNI (Komite Nasional Indonesia) Sumatra Barat. Dia diangkat menjadi wali kota Padangpada Agustus 1946 menggantikan Mr. Abubakar Djaar yang dipindahkan ke Sumatra Timur. Dia menjabat wali kota Padang kedua sampai dibunuh tentara Belanda pada 19 Juli 1947.


Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang (1946–1947). (Wikimedia). 
Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Padang (1946–1947). (Wikimedia). 

Joeir bersama Mr. Sutan Mohammad Rasjid, Residen Sumatra Barat,naik kereta api untuk menjemput jenazah Aziz Chan ke Padang. “Kami hanya sampai di Tabing karena diperingatkan oleh banyak pejuang Republik agar tidak masuk kota Padang berhubung ada hal yang tidak wajar dengan kematian Aziz Chan,” kata Joeir.


Jenazah AzizChan dijemput olehpasukan Mobrig (kini Brimob). Sore hari jenazah yang didampingi kerabat diantarkan oleh ambulans ke stasiun Tabing. Jenazah lalu dinaikkan ke dalam kereta api untuk dibawa ke Bukittinggi.Sesampai di Bukittinggi, malam itu jenazah diotopsi oleh dokter Indonesia.



Joeir menyebut bahwa hasil otopsi menyatakan Aziz Chan meninggal karena pukulan benda keras di bagian belakang kepalanya. Jadi, bertentangan dengan keterangan pihak Belanda yang menyatakan bahwa dia ditembak ekstremis Indonesia.


“Memang ada lubang yang dibuat tembakan peluru di wajahnya, namun menurut tim dokter lubang itu adalah hasil tembakan setelah Aziz Chan menjadi mayat,” kata Joeir.


Jenazah Aziz Chan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Bukittinggi malam harinya dalam upacara yang dihadiri para pejabat sipil dan militer. “Esoknya <21 juli 1947>, Belanda melancarkan agresi militernya,” kata Joeir.



Sejarawan Mestika Zed dalam Sumatera Barat di Panggung Sejarah, 1945–1995 menyebut bahwa sejak semula Belanda benar-benar berniat melakukan agresi yang meletus secara serentak di Jawa dan Sumatra. Di Sumatra Barat khususnya, awal agresi militer pertama didahului oleh intimidasi dan provokasi yang puncaknya pembunuhan brutal terhadap WaliKota Padang Bagindo Aziz Chan.


“Peristiwa itu menandai awal konflik yang lebih serius, saat Belanda pada hari-hari berikutnya menerobos ke front pertahanan Republik di luar kota.Sejak itu semua front tanpa kecuali bergolak dan pertempuran demi pertempuran, pencegatan dan maju-mundur perjuangan membawa jatuhnya korban di kedua belah pihak,” tulis Mestika.



Mestika menyebut agresi militer Belanda pertama di Sumatra Barat hanya mencapai hasil terbatas karena sebagian besar wilayah tetap dapat dipertahankan oleh tentara Republik. Meskipun telah mengerahkan seluruh kekuatannya, Belanda hanya dapat memperluas daerah pendudukannya secara terbatas keluar Kota Padang.


Untuk menghormati perjuangannya, Bagindo Aziz Chan diabadikan menjadi nama jalan di Padang dan Bukittinggi serta dibuatkan patung dan monumen. Pemerintah memberikan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dan gelar Pahlawan Nasional pada 2005.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page