Diperbarui: 11 Okt
PADA 11 Oktober 1903, sekitar 20 serdadu KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) berada di daerah Keumala Raja, Pidie, Aceh. Patroli yang dipimpin Letnan Darlang itu tiba-tiba melihat seorang Aceh yang melompat dari rumah dan menghilang ke arah semak-semak.
Sebagian anggota patroli mengejar orang bersenjata rencong tersebut. Sebagian lagi memasuki dan memeriksa rumahnya. Mereka yang mengejar kembali tanpa mendapatkan buruannya.
“Letnan Darlang yang lihat betul di mana orang Aceh itu hilang berjalan sedikit ke tanah lapang,” tulis majalah Trompet No. 70, November 1939.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















