top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Katie dan Margaret yang Berjasa dalam Riset Antariksa

Dua perempuan penting dalam kesuksesan NASA.

Oleh :
13 Apr 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Margaret Hamilton dengan tumpukan kode komputer untuk Apollo 11. Sumber: NASA.

KATIE Bouman membuat gebrakan. Berkat algoritma yang disusunnya, foto lubang hitam bisa terwujud pertamakali dalam sejarah. “Saya sangat senang akhirnya kami dapat membagikan apa yang telah kami kerjakan selama beberapa tahun terakhir. Gambar yang ditampilkan hari ini adalah kombinasi dari gambar yang dihasilkan oleh berbagai metode,” tulis Katie dalam akun Facebook-nya.


Gambar yang dirilis NASA menunjukkan bayangan lubang hitam supermasif di pusat galaksi Messier 87 (M87), sebuah galaksi elips berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Lubang hitam M87 punya masa 6,5 miliar lebih berat dari Matahari. Pengambilan foto lubang hitam tersebut menggunakan delapan teleskop radio (Event Horizon Telescope, EHT). Kedelapan teleskop tersebar itu berada di Hawaii, Meksiko, Arizona, Sierra Nevada Spanyol, Gurun Atacama Chili, dan Antartika. Semuanya beroperasi secara bersamaan untuk menagkap foto lubang hitam.


Katherine Louise Bouman lahir di Indiana, 9 May 1989. Ahli komputer itu menyelesaikan studi doktoralnya di Massachusetts Institute of Technology (MIT). The Guardian menyebut, Katie bergabung dengan tim proyek penyusunan algoritma enam tahun lalu, ketika usianya masih 23 tahun. Ia duduk sebagai peneliti muda, mengembangkan alogaritma untuk menyusun data dari teleskop menjadi satu gambar yang koheren.


Setelah tiga tahun membangun kode pencitraan, Katie bekerja dengan puluhan peneliti EHT selama dua tahun untuk mengumpulkan pencitraan lubang hitam. Pada Juni 2018 semua data teleskop akhirnya terkumpul. Katie bersama peneliti lain lalu menguji alogaritma yang sudah mereka susun di Harvard, sampai akhirnya foto lubang hitam itu rilis Rabu, 10 April 2019.


Dalam sejarah penelitian antariksa, Katie tak sendiri. Ada juga Margaret Hamilton, perempuan yang berjasa dalam pendaratan tim Neil Amstrong di bulan pada 1969. Margaret lahir di Indiana, 17 Agustus 1936. Lulusan jurusan matematika Universitas Michigan tahun 1955 itu kala berusia 24 tahun bergabung sebagai programmer di MIT.


Dari MIT ia bergabung dengan proyek Apollo 11 –yang dicetuskan Presiden John F Kennedy pada 1961– sebagai peneliti. Keikutsertaannya terjadi lantaran program pendaratan manusia di bulan merupakan kolaborasi pemerintah dengan MIT.


Margaret bekerjasama dengan 400.000 peneliti lain. Ia duduk sebagai kepala Divisi Rekayasa Perangkat Lunak dari Laboratorium Instrumentasi MIT. Margaret bertugas mengembangkan sistem bimbingan dan navigasi untuk Apollo 11. Sebagai ahli komputer, ia memimpin tim yang mengembangkan perangkat lunak dengan pengujian ketat. “Tidak ada kesempatan kedua. Kami semua tahu itu,” kata Margaret seperti dimuat dalam situs NASA.


Progam yang disusun Margaret berhasil. Amstrong yang menjajal software bikinan Margaret berhasil mendarat di bulan pada 20 Juli 1969 bersama dua rekannya, Michael Collins dan Edwin “Buzz” Aldrin. Perangkat lunak panduan Apollo 11 bikinan Margaret sangat mutahir dan tidak terjadi kesalahan atau kemacetan sistem. Kesuksesan program itu kemudian dipakai pula untuk roket Skylab, Space Shuttle, dan sistem fly-by-wire digital di pesawat (sistem yang membantu pilot mengoreksi kendali terbang pesawat).


Atas temuan pentingnya ini, NASA memberikan penghargaan khusus untuk Margaret pada 2003. “Penghargaan tersebut termasuk penghargaan finansial terbesar yang pernah diberikan NASA kepada individu mana pun hingga saat itu.” Ia kembali mendapat penghargaan pada 22 November 2016 ketika Presiden Barack Obama memberi Presidential Medal of Freedom untuk kontribusinya atas pendaratan sukses Apollo 11.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun silam. Namun, siapa nyana, kemerdekaan Belgia dari Belanda dipicu oleh Perang Jawa.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Prajurit Keraton Ikut PKI

Prajurit Keraton Ikut PKI

Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
bottom of page