top of page

Kaum Papa Tionghoa dari Benteng Tangerang

Tak sengaja terdampar di muara Sungai Cisadane, orang Tionghoa kemudian bersama Tionghoa dari Batavia membentuk komunitas di Tangerang. Mereka disebut Tionghoa Benteng.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Koh Bun Tin dan Cik Kaka adalah keturunan komunitas Tionghoa Benteng, Tangerang. Mereka tinggal di rumah sederhana di Pasar Lama, Tangerang yang difungsikan menjadi warung teh dan kopi. (Ichwan Susanto/Historia.ID).

21 Jul 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

KAPAL rombongan Tjen Tjie Lung, saudagar Tionghoa, hampir sampai di pelabuhan Jayakarta pada 1407. Sayangnya, kapal mereka rusak sehingga harus berlabuh di muara Sungai Cisadane (sekarang Teluk Naga). Tjen, ditemani sembilan gadis dalam rombongan, lantas menghadap penguasa setempat, Sanghyang Anggalarang, untuk meminta bantuan.


Gadis-gadis itu menarik perhatian para pembesar kerajaan. Mereka pun menikahinya. Sebagai imbalan, rombongan Tjen diberi sebidang tanah di sebelah timur Sungai Cisadane. Ini menjadi gelombang awal pemukim Tionghoa di Tangerang.


Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) menduduki wilayah itupada abad ke-16. Sebuah benteng –dinamakan Benteng Makassar– dibangun untuk melindungi wilayah itu dari serangan musuh. Karena tak suka dengan aturan VOC, beberapa orang Tionghoa keluar dari Benteng Makassar dan mendirikan permukiman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
transparant.png
bottom of page