- 14 Apr
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 jam yang lalu
BANJIR darah melanda Tangerang pada 3 Juni 1946. Orang-orang Tionghoa yang disebut Cina Benteng jadi sasaran amuk warga pribumi. Mereka dibantai tanpa pandang bulu, entah itu laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak. Rumah-rumah milik orang Tionghoa dijarah lalu dibakar. Orang-orang Tionghoa Tangerang mengenangnya sebagai “Peristiwa Dunia Kiamat”.
“Warga Indonesia membunuh sekitar 1.000 pria, wanita, dan anak-anak Tionghoa yang meninggalkan distrik Tangerang, sekitar 30 kilometer sebelah barat Batavia,” lansir Algemen Handelsblad, 5 Juni 1946.
Menurut laporan Palang Merah Tionghoa Jang Seng Ie di Jakarta, sebanyak 653 orang Tionghoa dibunuh di Tangerang dan sekitarnya, termasuk 136 wanita dan 36 anak-anak. Sebanyak 1.268 rumah dibakar dan 236 lainnya rusak.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















