top of page

Kebun Binatang Zaman VOC

Gubernur jenderal VOC membangun kebun binatang di kastil atau kediamannya. Berbagai hewan yang berasal dari hadiah maupun perburuan disimpan di sana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Litografi pemandangan Kastil Batavia dari Koningsplein karya Johann Wolfgang Heydt tahun 1738. (Koninklijke Bibliotheek/Wikimedia Commons).

2 Sep 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

BANYAK orang sekarang suka memelihara binatang. Anjing, kucing, dan kelinci menjadi hewan favorit untuk dipelihara. Namun, ada pula yang memelihara hewan buas seperti buaya dan harimau.


Melihat jauh ke masa lalu, penduduk Batavia, khususnya gubernur jenderal dan para pembesar VOC, juga suka memelihara binatang. Taman-taman dibangun dan difungsikan sebagai penangkaran hewan-hewan eksotis, kandang burung, kandang bebek, dan kolam ikan.


Di Kastil Batavia, menurut F. J. G. van Emden dan Willem Brandt dalam Kleurig memoriaal van de Hollanders op Oud-Java, para gubernur jenderal memiliki kebun binatang untuk hewan-hewan koleksinya. Mereka menerima hewan-hewan tersebut sebagai hadiah dari pangeran maupun pembesar Nusantara atau dibawa oleh nakhoda kapal dagang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page