top of page

Kekejaman Inggris di Jawa

Penjajahan Inggris dianggap lebih baik daripada Belanda, padahal Inggris juga melakukan kekejaman. Seorang pangeran Jawa dimutilasi serdadu Inggris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Serdadu infanteri Sepoy Benggala. Kiri-kanan: sersan, penembak, Sepoy Batalion Sukarelawan Infanteri Ringgan, dan perwira JCO setara letnan satu. (Repro Inggris di Jawa 1811-1816).

29 Agu 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun

BANYAK orang yang menganggap dijajah Inggris lebih baik daripada dijajah Belanda. Barangkali karena mereka melihat kemajuan negara-negara bekas jajahan Inggris. Bagaimana dengan Indonesia, bukankah Indonesia juga pernah dijajah Inggris meski hanya lima tahun (1811-1816)?


“Generasi sekarang, khususnya orang Jawa malah menganggap Inggris sebagai bangsa pembebas. Sebelumnya, orang Jawa mendapatkan kekejaman dari Gubernur Jenderal Daendels dan penggantinya Willem Janssens. Penjajahan Inggris kesannya tidak negatif,” kata Peter Carey, sejarawan asal Inggris, dalam acara tur sejarah “Jejak Inggris di Jawa 1811-1816,” yang diselenggarakan Penerbit Buku Kompas, di Semarang, Senin, 28 Agustus 2017.


Carey, penulis buku Inggris di Jawa (1811-1816), mengatakan bahwa Pangeran Diponegoro ketika diminta membandingkan Inggris dengan Belanda oleh menantu Gubernur Jenderal de Kock, dia menilai Inggris dengan positif.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
transparant.png
bottom of page