top of page

Ketika Inggris Membumihanguskan Keraton Yogyakarta

Inggris menanamkan pengaruh dengan intrik politik. Dalam lima tahun Inggris di Jawa, tiga jam di antaranya digunakan untuk menundukkan Keraton Yogyakarta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Serdadu Inggris ketika menyerbu Keraton Yogyakarta. (iias.asia).

1 Sep 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun

PUKUL tiga dini hari Sabtu, 20 Juni 1812, keheningan mencekam menyelimuti Keraton Yogyakarta. Meriam di Benteng Vredeburg tak lagi memuntahkan api. Ini bukan situasi yang disyukuri, karena sejam setelahnya, dua jam sebelum fajar menyingsing, perintah serangan dikeluarkan ke berbagai komandan kolom di pihak Inggris.


Kedatangan Inggris pada 1812 yang menempatkan Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal membawa pengaruh besar terhadap kedudukan Sultan Hamengkubuwono II (Sultan Sepuh). Ia ingin memulihkan hak Raja Jawa yang dulunya tak didapatkan ketika Daendels berkuasa. Namun, rupanya Raffles tak jauh berbeda dari Daendels.


Permintaan Hamengkubuwono II mengganti kedudukan Putra Mahkota dari Raden Mas Surojo (Hamengkubuwono III) menjadi Mangkudiningrat pun ditolak. Inggris lebih memilih Raden Mas Surojo untuk naik takhta karena ia dinilai lebih ramah dan penurut dibanding ayahnya. Inggris tak ingin mengambil risiko terjadi konflik di kemudian hari yang merepotkan pihaknya. Hal itulah yang kemudian berujung penyerbuan Inggris ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
transparant.png
bottom of page