Diperbarui: 26 Agu
CATATAN perdagangan milik pemerintah Inggris untuk Hindia Timur menyisakan teka-teki tentang aktivitas jual-beli gula dan tebu para pedagang Tionghoa di Banten. Arsip yang tersimpan di India Office Records, London, Inggris itu menyebut sebuah tempat di Kesultanan Banten: “Clappa-doa” (Kelapadua), yang menjadi pusat kegiatan ekonomi orang-orang Tionghoa di sana.
Kelapadua sendiri saat itu merupakan perkampungan yang sebagian besar diisi oleh orang-orang Tionghoa. Sebagai pedagang, masyarakat di sana memilih untuk menanam tebu dan mengolahnya menjadi gula. Bahkan ketika arus perdagangan sedang ramai oleh lada dan pala, para pengusaha Tionghoa di Kelapadua tidak ikut latah. Itulah pemerintah Inggris memanfaatkan mereka.
Dalam arsip tertua pemerintah Inggris di Banten (1635), hubungan dagang antara pihaknya dengan orang-orang Tionghoa dan Kesultanan Banten telah teralin baik. Hampir tidak ada konflik yang terjadi. Hasil pertanian yang diperdagangkan sebenarnya cukup beragam, tetapi bagi pedagang Tionghoa gula menjadi yang utama.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












