top of page

Ketika Gula Berjaya di Clappa-doa

Gula menghubungkan orang Tionghoa dengan orang Inggris dan Sultan Banten.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Aktivitas dagang yang dilakukan para pengusaha Tionghoa (journals.openedition.org)

18 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Agu

CATATAN perdagangan milik pemerintah Inggris untuk Hindia Timur menyisakan teka-teki tentang aktivitas jual-beli gula dan tebu para pedagang Tionghoa di Banten. Arsip yang tersimpan di India Office Records, London, Inggris itu menyebut sebuah tempat di Kesultanan Banten: “Clappa-doa” (Kelapadua), yang menjadi pusat kegiatan ekonomi orang-orang Tionghoa di sana.


Kelapadua sendiri saat itu merupakan perkampungan yang sebagian besar diisi oleh orang-orang Tionghoa. Sebagai pedagang, masyarakat di sana memilih untuk menanam tebu dan mengolahnya menjadi gula. Bahkan ketika arus perdagangan sedang ramai oleh lada dan pala, para pengusaha Tionghoa di Kelapadua tidak ikut latah. Itulah pemerintah Inggris memanfaatkan mereka.


Dalam arsip tertua pemerintah Inggris di Banten (1635), hubungan dagang antara pihaknya dengan orang-orang Tionghoa dan Kesultanan Banten telah teralin baik. Hampir tidak ada konflik yang terjadi. Hasil pertanian yang diperdagangkan sebenarnya cukup beragam, tetapi bagi pedagang Tionghoa gula menjadi yang utama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page