top of page

Ketika None Jakarta Bercerita

Mereka datang dari berbagai latar belakang. Tampil sebagai ikon ibu kota.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Acara peluncuran buku "Cerita, Cinta, dan Cita-cita: Kumpulan Kisah None Jakarta (1981--2016)" di auditorium Perpustakaan Nasional, 30 Oktober 2019. Foto: @Valerina Daniel/instagram.

31 Okt 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

SEJUMLAH mantan None (Nona) Jakarta lintas zaman berkumpul. Mereka menuturkan kisahnya masing-masing ihwal mula mengikuti ajang “Abang None” Jakarta. Berbagai memori digali kembali dalam suasana saling cengkrama.  Ada haru, lucu, bangga, dan jenaka yang tersua pada tiap tuturan mereka.     


“Menjadi None Jakarta pasti akan mengubah hidup semua orang, tidak terkecuali saya. Pengalaman yang begitu luas membuka banyak pintu dalam kehidupan saya,” kenang Lula Kamal, None Jakarta 1990 dalam acara peluncuran buku Cerita, Cinta, dan Cita-cita: Kumpulan Kisah None Jakarta (1981-2016) di auditorium Perpustakaan Nasional, 30 Oktober 2019.


None adalah bagian dari kontes “Abang None Jakarta” yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1968 era kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin. Para Abang dan None dibina dan ditempa sebagai duta ibu kota. Setelah terpilih, mereka akan bertugas mendampingi gubernur dalam acara resmi, termasuk membantu sosialisasi program pemerintah daerah. Selain itu, Abang dan None juga menjadi ikon dalam mempromosikan Jakarta di dalam maupun luar negeri.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page