top of page

Ketika Pemerintah RI Menjamin Eksistensi Orang Tionghoa

Pertemuan resmi pertama antara pemerintah Republik Indonesia dengan golongan Tionghoa di Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kepentingan masing-masing.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Konferensi Indonesia-Tionghoa. (ANRI).

17 Jun 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Okt

YOGYAKARTA, 17 September 1946. Suasana di Pendopo Kepatihan malam itu mendadak ramai. Orang-orang berkumpul di bangunan yang sekarang menjadi bagian dari kompleks Pemprov D.I. Yogyakarta tersebut.


Berbagai kalangan hadir di sana. Mulai dari pejabat pemerintah daerah, pejabat Republik, pejabat keraton, hingga orang-orang dari golongan Tionghoa. Mereka datang untuk menghadiri sebuah perundingan yang kemudian dikenal sebagai Konferensi Indonesia-Tionghoa.


Dalam sebuah arsip foto terbitan IPPHOS tahun 1946, yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia, tampak hadir Wakil Presiden Mohammad Hatta, beserta jajaran menteri di Kabinet Sjahrir II. Di ruang konferensi tersebut Hatta terlihat duduk bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX (di sebelah kanan), dan Sri Paku Alam (di sebelah kiri). Tampak pula hadir Pamglima Besar TNI Jenderal Sudirman, serta Ketua DPA R.A.A. Wiranatakusuma.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
transparant.png
bottom of page