top of page

Ketika Presiden Soeharto Dijahili Pangeran Kamboja

Bagaimana Norodom Sihanouk membayangi Soeharto dengan sosok Bung Karno selama kunjungannya ke Kamboja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto dan Pangeran Norodom Sihanouk. (Wikimedia Commons).

14 Des 2020
2 menit membaca

Presiden Soeharto pernah kecele di negeri orang. Sewaktu kunjungan kenegaraan ke Kamboja, panitia penyambutan salah putar lagu. Niatnya ingin memberikan kesan seperti di rumah sendiri. Tapi siapa sangka, berkumandanglah lagu “Gendjer-Gendjer” mengiringi kedatangan rombongan Soeharto. Lagu itu terlarang karena lekat dengan citra Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dibasmi oleh rezim Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page