top of page

Ketika Sukarno Murka kepada Presiden Amerika Serikat

Bagaimana Presiden Eisenhower sempat membuat marah Presiden Sukarno. Menurut pihak AS, itu terjadi karena suatu "dosa keterlaluan" yang dilakukan Si Bung Besar. Dosa apakah gerangan?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno dan Dwight Eisenhower dalam pertemuan di Gedung Putih, Amerika Serikat pada 1956. (United States Information Service. 1956).

8 Nov 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Feb

SELAMA memimpin Republik Indonesia (RI), Presiden Sukarno sempat berhubungan dengan empat presiden Amerika Serikat (AS). Mereka antara lain Harry S. Truman (1945–1953), Dwight David Eisenhower (1953–1961), John Fitzgerald Kennedy (1961–1963), dan Lyndon Baines Johnson (1963–1969). Dari semuanya, Sukarno hanya menyebut satu nama sebagai sosok yang menjengkelkan. Orang itu ialah Eisenhower.


Dalam otobiografinya yang disusun oleh jurnalis perempuan asal AS (Cindy Adams), Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Sukarno sempat melontarkan kemarahannya itu. "Mengapakah Presidenmu menolakku dengan kasar? Mengapakah Presidenmu dengan sengaja menampik dan menghinaku,” gugatnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page