top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ketika Media Amerika Memberitakan Sukarno dan Dukun

Tak hanya mengupas peran Sukarno sebagai presiden, media Amerika juga membahas kehidupan pribadinya di antaranya terkait dukun dan ramalan.

10 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Sukarno menyapa sejumlah orang di tengah kunjungannya ke Washington D.C., Amerika Serikat, 1956. (Warren K. Leffler/loc.gov.com).

Diperbarui: 13 Des 2025

SEJAK Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, negara ini tak pernah lepas dari sorotan berbagai media asing. Selain memberitakan beragam kebijakan di dalam maupun luar negeri, aktivitas para pejabat negara juga tak luput dari sorotan. Pemberitaan media asing terhadap para pemimpin Indonesia beraneka rupa, terkadang memberi pujian tetapi kerap pula berisi kritik yang mengarah pada kehidupan personal kepala negara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page