Diperbarui: 3 hari yang lalu
NAMA Ki Padmasusastra memang kurang populer dalam jagat sastra. Padahal, perannya bukan “kaleng-kaleng”. Tanpa sumbangsihnya, bisa jadi sastra Jawa hanya tinggal sejarah.
Sastra Jawa sudah ada sejak masa Jawa Kuno, sekitar tahun 700 Masehi, ketika periode animisme dan dinamisme. Eksistensinya berlanjut pada saat Islam menyebar sekitar abad ke-15, yang sekaligus menandai dimulainya periode Sastra Jawa Baru.
Ketika Mataram terpecah oleh Perjanjian Giyanti, perkembangan sastra Jawa surut. Produksi karya-karya sastra dilakukan hanya dengan menerjemahkan kitab-kitab sastra Jawa Kuno ke bahasa Jawa baru. Tiga tokoh yang berpengaruh pada periode ini adalah Yasadipura I, Yasadipura II, dan Ranggawarsita.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












