top of page

Nama Sebenarnya Penulis Nagarakrtagama

Mengapa penulis Nagarakrtagama menyembunyikan identitasnya dengan menggunakan nama pena?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nagarakrtagama dalam bentuk lontar.

3 Okt 2018
2 menit membaca

Nagarakrtagama, karya monumental yang kini menjadi salah satu rujukan penting untuk memahami Majapahit dan Singhasari. Penulisnya adalah Mpu Prapanca, bukan nama sebenarnya. Dia menggunakan nama pena untuk menyembunyikan identitasnya.


Prapanca merupakan pujangga yang menggantikan ayahnya sebagai dharmadyaksa kasogatan atauketua urusan agama Buddha di Majapahit. Namun, nama Prapanca tak pernah muncul dalam prasasti pada masa Hayam Wuruk.


Oleh karena itu, sejarawan Slamet Muljana meyakini Prapanca hanyalah nama samaran sebagaimana tersirat dalam karyanya. “Jelas sekali pemberitaannya dalam Nagarakrtagama dari ucapan: maparab Prapanca. Kata maparab berarti menyamar, mengambil nama samaran, mengambil nama olok-olok,” tulisnya dalam Tafsir Nagarakrtagama.


Siapakah nama asli Prapanca? Setahun sebelum perjalanan ke Lumajang, Hayam Wuruk mengeluarkan Prasasti Canggu pada 1358 M. Pada masa itu, kiranya Prapanca sudah menjabat dharmmadyaksa kasogatan. 


Jika kesimpulan itu benar, kata Hadi Sidomulyo, maka nama asli Prapanca adalah Dhang Acarya Nadendra. “Namanya itu terdaftar sebagai dharmadyaksa ring kasogatan dalam prasasti masa Hayam Wuruk, yaitu Prasasti Canggu 1358 M dan Prasasti Sekar yang dikeluarkan beberapa tahun kemudian,” tulisnya dalam Napak Tilas Perjalanan.


Sedangkan nama ayahnya, Dhang Acarya kanakamuni. Setelah mengabdi selama lebih dari 30 tahun, dia menyerahkan jabatannya kepada putranya.


“Sesuai dengan ucapan Prapanca, kalau dia telah menggantikan ayahnya yang sangat dihormati oleh para pendeta Buddis dan mungkin merupakan pujangga yang unggul,” jelas sejarawan asal Inggris yang bernama asli Nigel Bullough itu.


Slamet mengatakan dapat dipahami mengapa Dang Acrya Nadendra menggunakan Prapanca sebagai nama pena. Prapanca berarti kesedihan, perintah laku utama. “Pada hakikatnya, waktu dia mengubah Nagarakrtagama, hidupnya sedang diliputi kesedihan akibat kehilangan pangkat dan hidup kesepian jauh dari istana,” jelasnya.


Slamet juga menjelaskan kesedihan dan kelakuan yang tak senonoh menjadi dasar pemberitaan menjelang akhir karya Prapanca itu. “Segala kekurangan, terutama yang menyangkut kehidupan rohaniah tercantum bagai cacat rohani pada pupuh 96,” lanjutnya. 


Dalam pupuh itu, Prapanca menyebut cacat badan dan kelakuannya. Dia sama sekali tak menyebut hal baik tentang dirinya. Alasannya, dia merasa dicela. Dia dianggap sebagai manusia yang tak berguna. Dia menyebut dirinya terlalu bersikap kurang ajar, terlalu bodoh, segan menganut ajaran yang baik, orang yang tak pantas ditiru. Pantasnya hanya dipukul berulang kali.


Lalu cacat badaniah, yakni tertawa terbahak-bahak, pipinya sembab, matanya mengeluyu seperti mengantuk, cakapnya agak ganjil alias lucu. “Kekurangan itu, kata Prapanca, merupakan suatu kesedihan dan cacat bagi pujangga. Itu semuanya dengan senang hati diakuinya,” kata Slamet. 


Karena sadar akan kekurangannya itu, Prapanca kemudian memutuskan untuk masuk ke hutan sebagai pertapa. Dia mengubah namanya dari Nadendra menjadi Winada, yang artinya tercela. 


“Seolah dia tak pantas bernama Nadendra, setelah dipecat dari jabatan dharmmadyaksa. Pantasnya bernama Winada, orang yang dicela, orang yang dicacat,” jelas Slamet.


Menurut Hadi, sebelum diasingkan, meski punya jabatan tinggi, Prapanca tak begitu percaya diri dengan kemampuannya. Dia hidup dalam bayangan ayahnya yang sangat dihormati oleh para pendeta Buddha. “Penyair mengakui bahwa dia masih belum tahu cara menghasilkan syair yang baik, dan hampir tidak mungkin dapat menciptakan komposisi tertulis,” catat Hadi.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
transparant.png
bottom of page