- 9 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 15 Mei
ELMYR de Hory dikenal sebagai pemalsu karya seni terbesar pada abad ke-20. Kariernya sebagai pemalsu karya seni dimulai pada suatu sore pada April 1946. Ketika itu, kenalannya Lady Malcolm Campbell, istri mendiang pembalap Sir Malcolm Campbell, mengunjungi studio seninya di Paris, Prancis.
Kenalannya yang kaya raya itu berkeliling melihat sejumlah lukisan yang terpajang di studio seni De Hory, dan di antara lukisan-lukisan De Hory yang beraliran post-impresionisme, Campbell melihat sebuah lukisan abstrak tanpa tanda tangan dan tanpa bingkai yang ia kira karya Pablo Picasso.
Tertarik dengan lukisan tersebut, Campbell yang salah mengidentifikasi lukisan itu sebagai karya Picasso segera bertanya kepada De Hory, apakah ia berniat untuk menjualnya. Campbell bersedia membelinya dengan harga sekitar 100 dolar AS. De Hory menyetujui penawaran itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















