- 16 Jul 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 Jun
Oknum kepolisian yang melakukan penganiayaan jadi sorotan pemberitaan belakangan ini. Bermula dari pengakuan Sarpan, seorang kuli bangunan yang digebuki polisi sampai mukanya bonyok di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Medan.
Sarpan saat itu diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan kernetnya bernama Dodi. Karena dianggap memberikan keterangan berbelit-belit, polisi penyidik menganiaya Sarpan lewat cara memukul, menendang, sampai menyetrumnya. Kepolisian Daerah Sumatra Utara akhirnya mencopot sembilan anggotanya yang terbukti bersalah melakukan penganiayaan itu.
Cara penyidikan polisi yang brutal memang kerap terjadi. Penganiayaan kadang dijadikan metode ampuh interogasi untuk mengorek keterangan dari saksi ataupun tersangka. Akan tetapi, praktik demikian tentu saja tidak sesuai dengan kemanusiaan bahkan bisa berujung nyawa melayang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















