top of page

Kombatan Yahudi Mantan Nazi

Kisah prajurit cantik Israel yang punya latar belakang Nazi. Bukan yang pertama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gaya Bertele, tentara IDF yang punya latar belakang keluarga mantan Nazi (Facebook Gaya Bertele/idf.il).

  • 10 Jul 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

CAT kamuflase wajah yang dikenakan tak melunturkan kejelitaannya. Seragam hijau yang membalut tubuh gemulainya dan sepatu bot merah khas IDF (Tentara Israel) yang membungkus kakinya juga tak mengurangi keanggunannya. Balutan keanggunan dan daya mematikannya kian lengkap dengan baret hijau muda yang bertengger di kepala Sersan Gaya Bertele.


Bintara dari kesatuan Batalyon ke-227 “Bardelas”, salah satu batalyon campuran (prajurit pria-wanita) di bawah Brigade Regional Eilat, Komando Militer Selatan IDF, itu amat bangga dengan profesinya. Sersan Gaya sempat berkiprah hingga menjadi komandan skuad di salah satu batalyonnya yang punya lingkup tugas di wilayah Arava di perbatasan Israel-Mesir. 


Tetapi lantaran sebuah insiden yang membuatnya cedera, Gaya dipindah dari kombatan di lapangan ke belakang meja di markas brigade. Namun itu tak mengurangi rasa bangga prajurit cantik berusia 23 tahun itu, yang mungkin bisa bikin kakek dari pihak ayahnya bangkit dari kubur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
bg-gray.jpg
Setiati rallied women to commemorate the first anniversary of Indonesia’s independence at the site where the Proclamation was read. They pressed on despite being blocked by Gurkha soldiers.
bg-gray.jpg
Gerakan Pramuka pernah punya andil dalam menggiatkan pembangunan melalui transmigrasi. Namun, Transmigrasi Pramuka dinilai kurang tepat dan gagal.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Walau sudah berusia dua abad, Braga tetap menjadi pesona di kota Bandung.
Walau sudah berusia dua abad, Braga tetap menjadi pesona di kota Bandung.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
transparant.png
bottom of page