- 26 Mei 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
DIPANDU para pawang, gajah-gajah membantu evakuasi pengungsi asal Desa Awng Lawt di Danai, Negara Bagian Kachin, Myanmar, awal April lalu. “Para penduduk desa dengan hiasan kepala tradisional mengangkat anak-anak ke punggung beberapa mahluk raksasa itu untuk menyeberangi sungai,” tulis straittimes.com, 15 Mei 2018.
Pengungsian itu terjadi setelah Desa Awng Lawt tak aman akibat meningkatnya eskalasi konflik antara pasukan Kachin Independence Army (KIA) dan militer Myanmar. Penduduk mengungsi ke kamp-kamp Internally Displaced Person (IDP) yang berjarak lebih dari 100 kilometer.
Mereka mencapai tepi sebuah sungai di Danai dalam keadaan kehabisan makanan. Penduduk desa setempat langsung membantu dengan mengerahkan gajah-gajah untuk mengangkut orangtua, anak-anak, dan orang yang sakit.
Evakuasi menggunakan gajah pernah dilakukan semasa Perang Dunia II. Bersama Bandoola dan gajah-gajah lain di Kompi Gajah, Letkol James H. Williams alias “Elephant Bill” berhasil mengungsikan warga sipil dari Burma (kini Myanmar) ke India sekaligus berkontribusi bagi kemenangan Sekutu di Burma.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















