- 14 Jun 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Jun
EVAKUASI menggunakan gajah terhadap pengungsi asal Desa Awng Lawt, Kachin, Myanmar awal April lalu berhasil menyelamatkan banyak nyawa. Evakuasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya gajah dalam kehidupan masyarakat Myanmar.
Semasa Perang Dunia II, evakuasi menggunakan gajah telah menyelamatkan ratusan nyawa penduduk sipil dari kekejaman tentara Jepang yang menduduki Burma (kini Myanmar). Evakuasi itu dipimpin Letkol James Howard Williams alias Elephant Bill dan gajahnya yang bernama Bandoola.
Bandoola gajah kuat, cerdas, dan penyayang yang lahir sama dengan Bill, November 1897. “Bandoola satu-satunya gajah yang tercatat dalam buku besar perusahaan karena tak memiliki bekas luka pelatihan,” tulis Vicki Croke dalam Elephant Company: The Inspiring Story of an Unlikely Hero and the Animals.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















