- 2 Feb 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 24 Mei
BILA dulu busana batik hanya ditemui dalam acara-acara formal, kini hal itu sudah usang. Batik menjadi salah satu motif yang mewarnai gaya busana harian laki-laki dan perempuan masa kini. “Nafas” kekinian membuat fleksibilitas batik tinggi. Kini lazim ditemukan di tempat umum motif batik dalam bentuk blouse, kemeja, bahkan kaos sebagai atasan, atau tetap dibiarkan sebagai bawahan berupa kain lembaran dan juga sarung.
Motif batik Jlamprang dari Pekalongan dan motif batik Nitik dari Yogyakarta merupakan motif populer yang dikenal masyarakat Jawa modern saat ini. Motif ini merupakan adaptasi motif Patola dari India yang amat populer di berbagai wilayah Nusantara.
Menurut buku Mapping India: Transitions and Transformations, 18th-19th Century yang dieditori Nilanjana Mukherjee dan Sutapa Dutta, salah satu pola patola tertua, diidentifikasi oleh Buhler sebagai Motif Tipe 25 dari berlian ganda dan tekstil patola imitasi lain yang lebih tua dengan motif X dapat dilihat berulang pada patola imitasi yang diproduksi di Jawa, masuk ke Bali, Kalimantan dan Indonesia bagian timur karena tersebar luas dan mudah tersedia di Asia Tenggara, menurut John Guy.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















