top of page

Kiai Modjo Sahabat Pendeta Riedel

Kiai Modjo lebih senang bersahabat dengan orang asing beda agama namun baik, ketimbang sesama orang Jawa yang tak baik dan kebarat-baratan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kiai Modjo, perwira kepercayaan Diponegoro, semasa dibuang ke Tondano bersahabat dengan pendeta J.F. Riedel asal Jerman. (KITLV).

26 Des 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 1 Jan

DI sebuah bukit teduh empat kilometer dari sisi utara Danau Tondano, sebuah gapura bergaya arsitektur Jawa berdiri berdampingan dengan pagar modern perpaduan besi-tembok. Gapura itu persis di muka tangga untuk meniti ke atas bukit. Selain ada plang bertuliskan Makam Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa'i di pagar dekat gapura itu, ada juga plang serupa dengan tulisan Makam Pahlawan Kiai Mojo dkk. Ya, di sanalah Kiai Mojo dan beberapa pengikutnya dikebumikan. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page