top of page

Leon Salim Bocah Pergerakan Nasional

Leon Salim sejak remaja ikut pergerakan nasional. Semakin tua dia semakin keras kepada asing.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Leon Salim (kiri) dan dua kawannya seusai mendirikan kepanduan El Hilaal. (Repro Prisoners at Kota Cane).

22 Jul 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

MOHAMAD Noer dan Idroes pusing pada hari itu. Guru kelas dan guru kepala di Vervolgschool (Sekolah Sambungan) milik pemerintah di Danguang-Danguang itu harus menyambut kedatangan Inspektur Pendidikan Pribumi yang seorang Belanda. Tiga siswa mereka dipanggil hari itu. Siswa-siswa itu dihadapkan ke inspektur Belanda tersebut.


“Mulai hari ini Tuan tidak boleh lagi bersekolah di sini. Tuan dikeluarkan. Tuan tidak akan diterima belajar di sekolah-sekolah gubernemen (pemerintah) karena tuan mendirikan dan memimpin Barisan Pemuda,” kata si inspektur kepada ketiga siswa tadi.


Ketiga siswa itu terkejut. Mereka tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu. Kejadian yang terkisah dalam Pengalaman Tak Terlupakan Pejuang Kemerdekaan Sumbar-Riau itu terjadi pada 1925.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page