top of page

Libero Handal Itu Bernama Bejo Sugiantoro

Walau kiprahnya di tepi lapangan tak se-“bejo” saat masih jadi pemain, nama “Bejo” Sugiantoro selalu harum dalam kenangan di persepakolaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bejo Sugiantoro yang pernah berjaya bersama Persebaya Surabaya di akhir 1990-an. (ligaindonesiabaru.com).

27 Feb 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

LANGIT kelabu menggelayuti persepakbolaan Indonesia seiring kabar wafatnya salah satu maestro si kulit bundar “Bejo” Sugiantoro. Palang pintu legendaris Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia era 1990-an itu menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (25/2/2025) di usia 47 tahun. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page