top of page

Lima Peristiwa Bersejarah di Rumah Ahmad Subardjo

Rumah Menteri Luar Negeri pertama Ahmad Subardjo hendak dijual. Saksi berbagai peristiwa penting, mulai menjadi kantor pertama Departemen Luar Negeri hingga tempat bertemunya Tan Malaka dengan Sukarno-Hatta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Ahmad Subardjo, Menteri Luar Negeri pertama. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

16 Apr 2021
7 menit membaca

Diperbarui: 2 Agu

SEBUAH rumah bergaya lama hendak dijual di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Rumah dengan luas tanah 2.951 meter persegi dan luas bangunan 1.796 meter persegi itu adalah rumah bekas kediaman Menteri Luar Negeri RI yang pertama, Ahmad Subardjo. Harga jual rumah bersejarah itu ditaksir mencapai 400 miliar rupiah.


Masyarakat pun bertanya-tanya tentang kebenaran kabar itu. Dilansir laman Kompas, salah seorang cucu Subardjo, Syahbudi, membenarkan kabar dijualnya rumah tersebut. Dia menyatakan bahwa rumah kakeknya itu merupakan aset pribadi, sehingga keluarga berhak untuk menjualnya. Syahbudi juga mengklaim sudah ada pihak yang membuat penawaran.


“Memang Kemenlu pernah berkantor di sana, di rumah milik almarhum AS (Ahmad Subardjo), Menlu pertama RI. Bisa saya konfirmasi gedung itu bukan milik Kemenlu,” ujar Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah kepada Kompas, Senin (12/04/2021).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page