Diperbarui: 21 Sep
NASIB 1,5 juta warga sipil Palestina di Rafah, Jalur Gaza berada di titik nadir. Mesin-mesin perang Israel terus menggelar kampanye brutalnya sampai ke perbatasan Gaza-Mesir meski ada peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Alhasil warga Palestina tak lagi punya tempat aman. Mereka kelimpungan mesti ke mana lagi berlindung.
Mengutip kantor berita Turki, Anadolu Ajansı, sudah lebih dari 35 ribu jiwa warga sipil Palestina jadi korban kampanye genosida Israel sejak Oktober 2023. Operasi militer Israel terus mendesak ratusan ribu warga Palestina mengungsi dari Gaza Utara hingga Rafah di ujung selatan Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir.
Sejak 6 Mei 2024 pula pasukan pendudukan Israel, IDF, sudah melancarkan serangan udara membabi-buta dan melancarkan serangan darat terbatas ke wilayah timur Rafah. Mereka juga memblokade pos perlintasan perbatasan Rafah-Mesir hingga membuat pengiriman bantuan kemanusiaan mandek. Presiden Biden pun memberi peringatan kepada Israel untuk tidak menggelar invasi darat berskala besar ke Rafah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















