top of page

M.H. Thamrin Bukan Sekadar Nama Jalan

Banyak representasi pahlawan nasional hari ini tidak sesuai dengan prestasi besar masa lalunya. Salah satunya M.H. Thamrin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salah satu representasi M.H. Thamrin, Museum M.H. Thamrin di Jakarta. (Foto: Fachri Reza).

18 Sep 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jun 2025

MOHAMMAD Hoesni Thamrin adalah salah satu pahlawan nasional. Hayatnya habis untuk memperjuangkan keadilan hukum, perbaikan nasib rakyat miskin, dan identitas kebangsaan. Sekarang namanya abadi dan menguar dalam banyak hal: jalan di sejumlah kota, rumah sakit, yayasan, museum, dan universitas. Tetapi gagasan dan semangatnya justru lenyap. Tak dikenali lagi.  


“Nama Thamrin dirayakan dalam berbagai wajah: infrastruktur dan organisasi. Tapi mengapa kita hanya dapat abunya, tidak dapat apinya? Thamrin, Sukarno, dan juga tokoh besar lainnya mengalami pemfosilan pemikiran,” kata JJ Rizal, sejarawan Jakarta, dalam bedah buku Mohammad Hoesni Thamrin Merekam Prestasi Menguak Representasi di Rektorat Universitas Indonesia, 11 September 2019.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Melahirkan apalagi cuma menikah dan pensiun bukan halangan bagi perempuan ini untuk terus merumput dan memajukan sepakbola putri Indonesia.
Melahirkan apalagi cuma menikah dan pensiun bukan halangan bagi perempuan ini untuk terus merumput dan memajukan sepakbola putri Indonesia.
Pengikut Chik di Tiro ini gigih melawan Belanda hingga memaksa KNIL mengirim pasukan kecil untuk menumpasnya, yang di dalamnya terdapat Kopral Roeman dari Pasundan.
Pengikut Chik di Tiro ini gigih melawan Belanda hingga memaksa KNIL mengirim pasukan kecil untuk menumpasnya, yang di dalamnya terdapat Kopral Roeman dari Pasundan.
transparant.png
bottom of page