top of page

Kopral Roeman Melawan Teungku Leman

Pengikut Chik di Tiro ini gigih melawan Belanda hingga memaksa KNIL mengirim pasukan kecil untuk menumpasnya, yang di dalamnya terdapat Kopral Roeman dari Pasundan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kopral Roeman menerima hadiah jam dari Kolonel Schilling sebagai hadiah 30 tahun gelar ksatrianya. (De Locomotief/Delpher)

6 Apr 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

NAMA Cot Cicem mungkin terdengar asing di telinga. Ia tak populer, sebab Aceh punya banyak pemimpin perang gerilya yang tersebar, baik sepanjang Perang Aceh maupun setelahnya. Setelah Perang Aceh berakhir tahun 1904 pun perlawanan-perlawanan kecil terus berlanjut. Panglima-panglima perang Aceh pun terus bermunculan.


Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman (1836-1891) —yang diracun hingga meninggal dunia sekitar Januari 1891— ternyata juga punya pengikut yang enggan menyerah. Salah satunya Teungku Cot Cicém. Ia seorang ulama sekaligus sebagai pemimpin pasukan gerilya yang sempat memimpin 400 kombatan berbaju hitam dan cukup terlatih.


“Pasukan Cot Cicem ini adalah contoh dalam usaha meniru teknologi kemiliteran Belanda. Berbaris dengan tatacara yang rapi, memakai aba-aba terompet, dan sebagainya, pasukan ini hampir-hampir tak berbeda dengan gaya pasukan marsose Belanda. Kesemuanya adalah hasil latihan yang diberikan oleh tentara Belanda yang membelot kepada pihak Aceh,” catat Ibrahim Alfian dalam Perang di Jalan Allah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page