top of page

Maulwi Saelan yang Saya Kenal

Maulwi Saelan wafat meninggalkan banyak kisah dari sebuah masa yang paling banyak diputarbalikan sejarahnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel Maulwi Saelan (kiri) dan Presiden Sukarno. (Dok. Maulwi Saelan/Historia.ID).

10 Okt 2016
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

SAYA lupa kapan tepatnya sejarawan Asvi Warman Adam menelpon saya pada 2012 yang lampau. Dia mengabarkan kepada saya bahwa kami berdua diminta untuk bertemu Maulwi Saelan di sekolah Syifa Budi, Kemang, sekolah yang dikelolanya sejak dibebaskan dari penjara rezim Soeharto.


Pada hari pertemuan itu, Pak Maulwi berbatik dengan berkopiah menyambut kami dengan senyum ramah. Dalam pertemuan itu dia menawarkan kami untuk menulis biografinya. Sejarawan Asvi Warman Adam mengusulkan agar ada empat tema buku mengenai Maulwi Saelan: sebagai penjaga kemerdekaan, penjaga gawang, penjaga presiden dan penjaga pendidikan. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page