Diperbarui: 22 Sep
JATUHNYA pesawat tempur BAe Hawk 200 TNI AU di Kampar, Riau pada Senin, 15 Juni 2020 menambah panjang daftar hitam petaka alutsista. Namun yang patut disyukuri, sang pilot selamat berkat ejection seat (kursi lontar) sebelum pesawat itu jatuh. Nyawa seorang pilot tempur terlatih masih jauh lebih berharga ketimbang pesawat yang ringsek.
“Pilot Lettu Pnb Apriyanto berhasil selamat menggunakan ejection seat saat pesawat Hawk 209 yang dipilotinya mengalami gangguan teknis menjelang mendarat di runway 36 Lanud Rsn (Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin) Pekanbaru,” sebut Dinas Penerangan TNI AU di akun Twitter @_TNIAU.
Kursi lontar sudah jadi sistem keselamatan yang diwajibkan bagi pilot setiap pesawat tempur era pasca-Perang Dunia II. Berbagai varian pesawat Hawk buatan Inggris seperti pesawat nahas yang dipiloti Lettu Apriyanto, sudah dilengkapi kursi lontar canggih dengan Canopy Destruct System (Sistem perusak kanopi) kokpit otomatis dan Flexible Linear Shaped Charge (FLSC) sebagai pemicu lontarannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















