- 13 Okt 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 28 Mei 2025
SUTRADARA Joko Anwar butuh waktu sepuluh tahun meyakinkan Rapi Films agar mengizinkannya me-remakePengabdi Setan (1980) karya Sisworo Gautama Putra. Film horor favoritnya semasa kecil itu yang mendorongnya ingin menjadi pembuat film. Kesabaran Joko terbayar: dalam 15 hari film Pengabdi Setan tembus 2,3 juta lebih penonton; jumlah ini akan terus naik.
Pengabdi Setan (1980) menempati peringkat teratas dari 13 film Indonesia paling menyeramkan versi Rolling Stones tahun 2015: “Pengabdi Setan memiliki atmosfer seram yang tak pernah surut di sepanjang film. Gaya pengambilan gambarnya juga tergolong baik untuk ukuran film horor pada masanya, bahkan jika bicara skala Asia.”
Dari 13 film Indonesia paling menyeramkan itu hampir setengahnya karya Sisworo, seperti Sundel Bolong (1981), Telaga Angker (1984), Malam Jumat Kliwon (1986), Malam Satu Suro (1988), dan Santet (1988).
Sisworo yang dikenal pula dengan nama Naryono Prayitno atau S. Gatra tersohor sebagai sutradara film horor. Dalam Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978, tecatat bahwa Sisworo lahir di Asahan, Sumatra Utara, pada 26 Mei 1938. Pendidikannya Sekolah Lanjutan Atas kemudian kursus penyutradaraan pada Kotot Sukardi yang diselenggarakan oleh Anom Pictures pada 1961.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















